GuDang eLmu
this site the web

PENDIDIKAN MELALUI TELADAN DALAM AL-QUR’AN


Telah dijelaskan bahwa anak-anak merupakan para peniru alamiah. Kemampuan meniru sangat kuat melekat pada dirinya. Karenanya anak-anak cenderung meniru cara-cara (perilaku) orang tua dan orang lain disekelilingnya; berbicara atau berjalan seperti mereka. Maka pendidikan melalui teladan merupakan metode belajar yang paling efektif untuk membawa kedewasaan dan kesadaran diri. Sebagai orang tua atau pendidik harus memperhatikan apa yang dibutuhkan anak atau peserta didik dan teladan seperti apa yang dibutuhkan seorang anak sehingga mereka sadar dan melakukan apa yang telah pendidik berikan melalui contoh.

  1. Berikan Contoh

Dalam menyampaikan pesan – pesan Islam Allah mengirimkan Rasulullah sebagai teladan bagi umatnya. Diharapkan dengan keteladanan Rasul umatNya mampu meneladani sifat dan sikap nabi. Sesuai dengan Q.S. Al-ahzab :21. “Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” Begitu juga dengan mendidik anak. Jika para pendidik ingin menyampaikan pesan – pesan kebajikan mulailah dari diri sendiri dengan menjadikan teladan bagi anak. Dengan contoh yang mereka lihat secara langsung pesan kebajikan lebih mudah tersampaikan dengan mereka meniru apa yang orang tua lakukan.

  1. Lakukan Apa yang Dikatakan

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 44

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

Lakukan apayang kita lakukan dan lakukan apa yang kita lakukan. Jika orang tua menyuruh untuk berbuat kebajikan pada sang buah hati maka orang tua berbuatlah kebajikan tersebut terlebih dahulu atau ketika orang tua menyuruh untuk berbuat baik maka orang tua juga melakukan perbuatan itu. Tidak hanya sekedar menyuruh tapi orang tua malah mengabaikannya. Selain anak akan enggan untuk melaksanakan tentu mereka marah dan menganggap bahwa orang tua cuma bias berbicara dan memerintah saja. Selain itu para orang tua seperti itu akan mendapat murka Allah sesuai dengan QS. As-shaff ayat 3 “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”

Isna Hidayati Effendi

DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim, Amini. 2006. Anakmu amanatnya. Jakarta : al – huda

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Singapura : Pustaka Nasional PTE LTD

Mahali, A. Mudjab. 2002. Asbabun Nuzul : Studi Pendalaman Al-Qur’an. Jakarta : PT Raja Grafindo Perasada

Shihab, M. Quraish. 2002. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta : Lentera Hati

0 komentar:

Posting Komentar

 

W3C Validations

Cum sociis natoque penatibus et magnis dis parturient montes, nascetur ridiculus mus. Morbi dapibus dolor sit amet metus suscipit iaculis. Quisque at nulla eu elit adipiscing tempor.

Usage Policies